banner 728x250
News  

Kapolda Papua Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-78, Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Jayapura, Papua  – Tempoepos.com | Hari Pahlawan Ke-78 dikenang dengan megah dalam sebuah upacara di Lapangan Apel Mapolda Papua yang dipimpin oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K, Jumat (10/11).

Kegiatan ini memperingati jasa-jasa pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta dihadiri oleh sekitar 300 orang, termasuk Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Papua.

banner 325x300

Dengan tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan,” upacara ini bertujuan untuk mengenang perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan, diperingati setiap tahun pada tanggal 10 November.

Dalam amanatnya, yang dibacakan oleh Kapolda Papua, Menteri Sosial Republik Indonesia, Ibu Tri Rismaharini, menyampaikan penghormatan bagi Hari Pahlawan, sebagai momen penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tema yang diusung, “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan,” dirancang untuk merespons ancaman penjajahan modern.

“Hal ini dihadapi oleh bangsa Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki potensi besar untuk kejayaan bangsa,” ucapnya.

Dalam amanat tersebut, ditekankan bahwa generasi penerus bertanggung jawab dalam mengelola kekayaan alam dan potensi penduduk untuk memajukan Bangsa dan Negara.

“Ancaman ini diharapkan dapat ditaklukkan dengan semangat juang para pahlawan pada 10 November 1945, menunjukkan nilai-nilai perjuangan yang dapat membawa keberhasilan,” tutur Irjen Mathius.

Menurut amanat tersebut, pahlawan adalah individu yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam mempertahankan kebenaran, serta mengedepankan kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan kelompok atau diri sendiri.

Ditegaskan bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa pecundang, siap menghadapi ancaman sebesar apapun. Diilustrasikan dengan keberanian para pahlawan pada Pertempuran 10 November, yang melawan musuh yang memiliki persenjataan terbaik. Mereka bersatu untuk meraih kemerdekaan dengan semangat ‘Merdeka atau Mati!’

“Upaya pemberantasan kebodohan dan kemiskinan menjadi fokus saat ini, terinspirasi oleh semangat para pahlawan 1945. Semangat ini memotivasi untuk menolak kekalahan dan bersatu demi mewujudkan kehidupan bangsa yang bersatu, adil, dan makmur,” tegasnya.

Ia melanjutkan bahwa semangat ini menjadi tonggak bagi upaya meningkatkan kesejahteraan umum dan mewujudkan masa depan yang lebih baik. Upaya bersama diperlukan dalam membangun ekonomi kerakyatan guna mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju dan sejahtera.(*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *