banner 728x250
Sosial  

Bhakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Wakapolda Dampingi Kunker Menteri Sosial RI ke RS Bhayangkara Polda Papua

banner 120x600
banner 468x60

Jayapura, PapuaTempoepos.com | Menteri Sosial RI, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T, megunjungi Rumah Sakit Bhayangkara dalam rangka Bhakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Kamis (14/12/2023).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) 2023, bekerja sama dengan Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui sentra Wirajaya Makassar, BBPPKS Jayapura, FERDAMI cabang Papua, BNI, YPP, SCTV, Indosiar, dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, dengan koordinasi oleh Sulham Mahmud, Perwakilan Kemensos RI Wilayah Papua.

banner 325x300

Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., turut mendampingi kunjungan tersebut. Adapun rombongan Menteri Sosial RI yakni, Kepala Biro Umum Wiwiek Widyanti, SKM Bidang Komunikasi dan Media Massa Don Rozano Sigit Prakoeswa, Plt. Direktur Jendral Pemberdayaan Sosial Beni Sujanto, dan SKM Bidang PPKS dan Potensi Sumber Kessos Luhur Budijarso Lulu.

Mensos RI Tri Rismaharini beserta rombongan yang tiba di RS Bhayangkara langsung mengunjungi pasien yang akan menjalani operasi katarak. Dalam pertemuan tersebut, Mensos memberikan saran kepada pasien terkait persiapan menjelang dan setelah operasi.

“Bapak ibu sekalian, kalau sudah dioperasi, hindarilah air selama 3 hari. Pasien yang matanya katarak pada kedua mata, sebaiknya dioperasi bersamaan. Setelah operasi hari ini, besok bisa kembali ke aktivitas, namun perhatikan juga kondisi fisiknya,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Mensos RI juga turut memberikan piagam penghargaan kepada Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., dan Karumkit Bhayangkara Polda Papua, Kompol dr. Andhika N.S. Arifin, Sp., OT.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada Polda Papua yang telah menyediakan fasilitas rumah sakit untuk kegiatan operasi katarak ini. Hari ini, ada kurang lebih 100 peserta yang akan menjalani operasi, yg diperoleh melalui screening dari 200 pendaftar. Kami akan memantau perkembangan dan jika memungkinkan, besok akan dilakukan operasi tambahan. Kalau tidak, kita akan merencanakannya untuk bulan depan,” ungkap Menteri Sosial RI.

Mengakhiri sambutannya, Menteri Sosial RI mengingatkan bahwa operasi katarak bukanlah hal yang mudah karena melibatkan alat khusus yang mahal. Ia juga menegaskan bahwa Kementrian Sosial tidak hanya fokus pada operasi katarak, melainkan juga melaksanakan kegiatan bhakti sosial untuk disabilitas di seluruh Indonesia.

“Kami akan memberikan piagam kepada pihak-pihak yang telah membantu. Ini bukan hanya operasi katarak, tetapi juga kegiatan bhakti sosial disabilitas lainnya di seluruh Indonesia. Namun, mungkin karena operasi katarak serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, itulah yang lebih banyak diekspos,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Sosial RI juga mencatat bahwa Indonesia memiliki tingkat kejadian katarak yang tinggi, dan ini dikaitkan dengan posisi geografis Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa. Ia menyarankan agar masyarakat menggunakan kacamata hitam untuk mengurangi dampak dari paparan sinar matahari.(*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *