Makassar, Tempoepos.com. – Aktivitas pelansiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah Kota Makassar semakin marak dan meresahkan masyarakat. Sejumlah kendaraan pribadi jenis Pajero Sport, Triton, dan Toyota Innova diduga kerap digunakan untuk membeli solar bersubsidi dalam jumlah tidak wajar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan sejumlah warga, kendaraan-kendaraan tersebut terlihat berulang kali melakukan pengisian BBM di SPBU yang sama dalam satu hari. Solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil, diduga disalahgunakan untuk kepentingan bisnis ilegal.
“Mobil itu bolak-balik isi solar, Tapi seolah dibiarkan saja,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu 28/1/2026.
Maraknya praktik ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan SPBU, baik dari pihak pengelola maupun instansi terkait. Warga menilai pengawasan yang seharusnya ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi belum berjalan maksimal, sehingga membuka celah bagi para pelansir untuk beroperasi secara bebas.
Padahal, pemerintah telah menerapkan sistem barcode dan pembatasan pembelian solar subsidi. Namun dalam praktiknya, sistem tersebut dinilai masih mudah disiasati oleh oknum-oknum tertentu.
“Kalau pengawasan tegas, tidak mungkin mobil-mobil mewah bisa isi solar subsidi berulang kali. Ini jelas merugikan masyarakat kecil,” tambah warga lainnya.
Masyarakat mendesak Pertamina, aparat penegak hukum, serta instansi pengawas migas untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan penindakan tegas terhadap SPBU maupun oknum yang terlibat. Jika dibiarkan, praktik pelansiran ini dikhawatirkan akan terus berlangsung dan memperparah kelangkaan solar subsidi di Kota Makassar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut.
(Red)
Langsung ke konten


















