Oleh: Irham Ihsan, SH., M.Si
Business Assistant (BA) – KDKMP Kabupaten Bone
Ketua Sompung Lolona Cenrana
Setiap amanah adalah ujian, bukan tentang seberapa besar kekuasaan yang kita pegang, tetapi seberapa tulus kita menjaganya.
Namanya amanah, apalagi yang datang dari negara dan masyarakat, adalah tanggung jawab besar yang tidak boleh dipandang ringan. Amanah itu bukan datang begitu saja, melainkan kita sendiri yang memintanya, melalui proses panjang, seleksi yang ketat, dan perjuangan penuh pengorbanan.
Maka ketika amanah itu akhirnya diberikan, sudah sepatutnya kita menjaganya dengan penuh kesungguhan, kejujuran, dan pengabdian. Amanah sebagai Business Assistant (BA) di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar tugas administratif. Ia adalah bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara melalui jalan ekonomi kerakyatan.
Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga gerakan moral yang berakar pada nilai tolong-menolong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.
Amanah yang Diminta, Tanggung Jawab yang Harus Dijaga
Amanah yang datang dari hasil perjuangan harus dijaga dengan perjuangan pula. Karena itu, siapa pun yang dipercaya dalam struktur KDKMP harus menyadari bahwa jabatan bukan hadiah, melainkan kepercayaan yang menuntut pengabdian.
Seorang Business Assistant tidak hanya bertugas mencatat angka dan menata laporan, tetapi memastikan bahwa setiap kegiatan ekonomi koperasi benar-benar berpihak kepada anggota dan masyarakat desa. Prinsip “dari anggota, oleh anggota, untuk anggota” harus menjadi nafas dari setiap kebijakan dan langkah kerja.
Menjadi bagian dari KDKMP berarti menjadi penggerak ekonomi rakyat — menolak sistem ketergantungan pada tengkulak, perantara, dan praktik ekonomi yang tidak adil. Di sinilah letak nilai perjuangan: memerdekakan masyarakat dari keterikatan ekonomi yang melemahkan kemandirian mereka.
Integritas Sebagai Pondasi Amanah
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, menjaga amanah berarti menjaga integritas.
Koperasi hanya akan kuat jika diurus oleh orang-orang yang jujur dan amanah. Karena itu, seorang Business Assistant harus berani berkata benar meski pahit, dan menjaga prinsip meski menghadapi tekanan.
Sebagaimana pesan Bung Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia:
“Koperasi bukan sekadar bentuk usaha, tetapi gerakan moral yang bertujuan memerdekakan manusia dari belenggu kemiskinan dan ketergantungan.”
Dan dalam kesempatan lain beliau juga menegaskan:
“Koperasi adalah usaha bersama untuk kepentingan bersama.”
Artinya, tidak ada tempat bagi kepentingan pribadi di atas kepentingan anggota. Jika nilai kebersamaan itu hilang, maka koperasi kehilangan rohnya.
Pesan dari Presiden Prabowo: Amanah Adalah Kehormatan
Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan bahwa setiap amanah yang diberikan negara adalah kehormatan yang harus dijaga dengan kesetiaan dan kerja nyata.
Dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden RI ke-8, beliau menegaskan:
“Tidak ada yang lebih tinggi dari kepentingan rakyat Indonesia. Amanah rakyat harus kita jaga dengan kerja nyata, bukan dengan kata-kata.”
Pesan itu adalah pengingat bagi siapa pun yang bekerja dalam sistem pelayanan publik, termasuk di KDKMP.
Tugas kita bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi memastikan amanah negara benar-benar sampai kepada rakyat dalam bentuk kesejahteraan yang nyata.
KDKMP hadir untuk menegakkan cita-cita itu: menghadirkan model ekonomi kerakyatan yang adil, mandiri, dan berpihak kepada masyarakat desa dan kelurahan.
Pesan Bupati Bone: Kerja Nyata, Ikhlas, dan Beramal
Dalam momentum penerimaan Business Assistant di Aula La Tenriduni, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si. menyampaikan pesan yang dalam maknanya:
“BA adalah orang-orang hebat, orang pilihan, dan orang cerdas yang telah melalui seleksi yang ketat. BA harus menunjukkan bahwa kita memang pantas menduduki jabatan ini, melalui kerja nyata, ikhlas, dan beramal.”
Pesan tersebut mengandung nilai moral yang tinggi: bahwa kehormatan jabatan tidak terletak pada status, melainkan pada sejauh mana kita mampu menghadirkan manfaat dan perubahan di tengah masyarakat.
Setiap BA harus menjadi teladan kerja nyata — bukan hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tetapi menjadi bagian dari solusi di tengah tantangan ekonomi rakyat.
Kelegowoan: Cermin Kebesaran Jiwa
Namun, sebesar apa pun tanggung jawab itu, kita harus selalu ingat bahwa setiap amanah bersifat sementara. Tidak ada jabatan yang kekal.
Ketika kita merasa tidak lagi mampu menunaikannya dengan baik, maka langkah paling terhormat adalah legowo untuk menyerahkan kembali amanah tersebut.
Sikap legowo bukan tanda kelemahan, tapi bukti kebesaran jiwa.
Dalam falsafah Bugis disebut:
“Reso temmangingi namalomo naletei pammase dewata.”
(Hanya dengan kerja keras, kejujuran, dan ketulusan, keberkahan Tuhan akan datang.)
Artinya, jika kita bekerja dengan niat yang benar, Tuhan akan memberi jalan dan keberkahan. Tapi jika kita mempertahankan amanah tanpa kemampuan atau kejujuran, maka kita justru mengkhianati kepercayaan rakyat.
Menjaga Marwah KDKMP
KDKMP adalah simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan sekadar koperasi biasa, melainkan gerakan sosial yang berakar dari semangat Merah Putih — semangat pengabdian, keberanian, dan persaudaraan.
Keberhasilan KDKMP tidak diukur dari besarnya modal atau megahnya gedung, tetapi dari seberapa banyak masyarakat yang terbantu dan seberapa kuat kepercayaan anggota yang terbangun.
Karena itu, setiap pengurus KDKMP, dari tingkat Business Assistant hingga Ketua, harus menjadi teladan: bekerja dengan hati, melayani dengan ikhlas, dan berpihak kepada anggota.
Penutup: Merawat Amanah, Menjaga Kehormatan
Amanah adalah titipan, bukan milik. Ia datang membawa kehormatan dan harus dikembalikan dengan keikhlasan.
Menjalankan amanah sebagai Business Assistant di KDKMP berarti mengemban kepercayaan rakyat untuk memperjuangkan kesejahteraan dari bawah — dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab moral.
Sebagaimana pesan Bung Hatta:
“Koperasi adalah jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme; di sanalah nilai keadilan dan kemanusiaan hidup.”
Dan sebagaimana pesan Presiden Prabowo:
“Setiap tugas dari negara adalah kehormatan. Laksanakan dengan sebaik-baiknya, karena rakyat menunggu bukti, bukan janji.
Mari kita jaga marwah KDKMP dengan kerja yang tulus, kejujuran yang teguh, dan semangat merah putih yang tak padam.
Sebab hanya di tangan orang-orang amanah, cita-cita Bone Mandiri, Indonesia Berdaulat akan menemukan jalannya.






