banner 728x250

Gelar Seminar Nasional Bersama MTI, Rivan A. Purwantono Paparkan Langkah Inovatif Jasa Raharja Tingkatkan Pelayanan dan Tekan Kecelakaan

banner 120x600
banner 468x60

Tempoepos.com

Bandung – Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia tumbuh rata-rata 4 persen setiap
tahun, sementara panjang jalan tol dan jalan pendukung lainnya tumbuh 6 persen,
serta jumlah penduduk naik rata-rata 1,1 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan
peningkatan probabilitas potensi kecelakaan lalu lintas.

banner 325x300

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, dalam
Seminar Nasional “Arah Kebijakan Transportasi Nasional dan Penguatan Angkutan Umum Perkotaan di Indonesia” yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi

Indonesia (MTI) di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, pada
Senin (14/10/2024). Selain mengemukakan data tersebut, Rivan juga menyoroti bahwa beberapa tahun lalu data kendaraan bermotor di Indonesia belum tercatat secara menyeluruh.

Berdasarkan data 2016-2021, dari total 103 juta kendaraan, kepatuhan masyarakat
dalam membayar pajak hanya mencapai 39 persen. “Oleh sebab itu, Jasa Raharja
bersama Kementerian Dalam Negeri dan Korlantas Polri sebagai Tim Pembina
Samsat Nasional melakukan sinkronisasi data kendaraan bermotor serta berbagai
edukasi, sehingga kepatuhan masyarakat naik menjadi 51 persen,” ujarnya.

Rivan menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi adalah
pembayaran pajak yang hanya dilakukan pada tahun pertama, hal itu karena banyak
kendaraan bermotor yang bukan atas nama pemilik sebenarnya. Oleh karena itu, Jasa
Raharja mengusulkan penghapusan biaya balik nama (BBN) dan pajak progresif untuk
meningkatkan kepatuhan.

Di sisi lain, berdasarkan data santunan Jasa Raharja bahwa terdapat 152 ribu
kecelakaan lalu lintas per tahun dengan korban meninggal dunia sebanyak 27 ribu
orang. Angka ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Untuk mengatasi hal ini,

Jasa Raharja bersama mitra kerja terkait melakukan berbagai perubahan layanan.
“Tentunya kami mengapresiasi kegiatan seminar di bidang transportasi yang
diselenggarakan oleh MTI ini. MTI dapat memberikan peranan besar melalui usulanusulan dan inovasi di bidang transportasi, khususnya terkait hal-hal yang mendukung

Indonesia untuk lebih aware terhadap penggunaan transportasi publik. Hal ini
diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta membangun budaya

berkendara yang berkeselamatan,” ungkap Rivan. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, dalam kesempatan yang sama, menyerukan penguatan transportasi publik di wilayah metropolitan Bandung Raya,

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *